Sejarah Karate di Dunia – Tentu masyarakat Indonesia sudah kenal apa itu karate. Namun belum semua orang tahu sejarah dari karate. Karate sendiri adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang dan menjadi seni yang paling populer dan banyak diminati di Indonesia selain Judo dan Kempo.

Gerakan karate berfokus pada tendangan dan juga tangan sehingga hal ini melatih ketangkasan tangan dan juga kaki. Selain itu ada beberapa gerakan dasar yang harus dipelajari untuk sukses mempelajari karate ini.

Sejarah Karate di Dunia

Sebelum mengenal karate lebih jauh ada baiknya jika Anda tahu sejarah karate terlebih dahulu. Sejarah karate di dunia dimulai tahun 1923 dimana Gichin Funakoshi pertama kalinya memperagakan Te atau Okinawa-Te di Jepang.

Setelah itu berturut-turut di tahun 1929 tokoh-tokoh lainnya seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa untuk menyebarkan karate di Jepang ini.

Kenwa Mabuni menamakan alirannya bernama Shitoryu, Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshi ini menamakan alirannya Shotokan. Masutasu Oyama secara resmi juga mendirikan aliran baru dinamakan Kyokushin di tahun 1956.

Okinawa Te ini dipengaruhi oleh teknik bela diri yang berasal dari Cina, sehingga teknik seni bela diri yang ada di Jepang mengalami perubahan-perubahan dan kemudian berkembang menjadi karate seperti saat ini.

Berkat upaya dan kerja keras dari ahli seni bela diri, setelah perang dunia kedua karate mengalami perkembangan pesat dan menjadi olahraga seni bela diri yang paling populer di dunia dan juga di seluruh Indonesia.

Di negara Jepang sudah ada organisasi yang mewadahi olahraga karate di seluruh Jepang yaitu JKF. Ada juga organisasi yang mewadahi karate seluruh dunia WKF atau dikenal sebagai dengan nama WUKO singkatan dari World Union of Karatedo Organizations.

Ada pula organisasi ITKF atau International Traditional Karate Federation yang mana menjadi wadah untuk karate tradisional. Fungsi JKF maupun WKF sendiri untuk menyuguhkan karate yang sifatnya tanpa kontak langsung berbeda dengan Kyokushin menggunakan kontak langsung.

Karate di Indonesia

Tidak hanya sejarah karate di dunia saja yang penting diketahui, namun sejarah dan perkembangannya di Indonesia pun perlu diketahui karena karate juga berkembang dengan pesat di Indonesia.

Karate masuk ke Indonesia bukan karena penjajah Jepang, namun dibawa oleh mahasiswa Indonesia yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka di Jepang.

Beberapa mahasiswa tersebut bernama Baud AD Adikusumo, seorang karateka yang telah mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan, dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Mahasiswa itulah yang mula-mulanya mengenalkan karate di Indonesia.

Tanggal 10 Maret 1964 didirikanlah Persatuan Olahraga Karate Indonesia atau PORKI. Baud AD Adikusumo kemudian dicatat sebagai pelopor seni bela diri karate Indonesia dan juga pendiri Indonesia Karate-DO atau INKADO.

Setelah beliau, kemudian disusul nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasa dalam mengembangkan berbagai macam aliran karate yang ada di Indonesia.

Mereka adalah Sabeth Mukhsin dari aliran Shotokan, yang kini menjadi pendiri institut Karate-Do Indonesia atau disebut dengan INKAI, dan Federasi Karate Tradisional Indonesia atau FKTI, dan juga ada Anton Lesiangi yang mana berasal dari aliran Shotokan sekaligus menjadi pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia atau disebut LEMKARI.

Sejak saat itu karate terus melebarkan sayap di Indonesia, kemudian muncullah berbagai macam lembaga atau organisasi yang membawahi karate dengan berbagai macam aliran. Dari beberapa aliran tersebut, aliran paling terkenal adalah Shotokan yang mana banyak digemari dan diminati.

Semoga setelah mengetahui informasi tentang sejarah karate di dunia dan Indonesia tersebut, semakin banyak masyarakat yang gemar untuk menggeluti karate ini.