Sejarah Permainan Tenis Meja dan Peraturan Meja Tenis

Sejarah Permainan Tenis Meja – Tenis meja disebut dengan Ping Pong yang merupakan olahraga permainan bola kecil yang cukup populer dan banyak dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Kelebihan dari tenis meja ini adalah peralatan yang digunakan tidak banyak dan tergolong mudah karena tidak membutuhkan tempat yang luas.

Tenis meja ini pun bisa dilakukan di dalam ruangan. Saat ini pun banyak club tenis meja yang didirikan untuk pemula maupun bagi yang profesional.

Dalam permainannya tenis meja ini akan dimainkan oleh dua orang yang memegang raket disebut dengan bet, jenis permainannya ada single dan double. Di Indonesia pun sudah ada induk organisasi dalam bidang tenis meja ini yaitu PTMSI atau disebut dengan Persatuan Tenis meja Seluruh Indonesia.

Sama seperti dengan olahraga maupun permainan lainnya, tenis meja ini memiliki sejarah. Berikut ini adalah sejarah permainan tenis meja di dunia yang penting untuk diketahui:

Sejarah Tenis Meja di Dunia

Tenis meja baru dikenal secara umum pada tahun 1930 an. Pada waktu itu permainan tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda dan dijadikan sebagai suatu hiburan rekreasi.

Pribumi yang boleh mengikuti permainan tersebut hanyalah golongan tertentu saja seperti anggota keluarga pamong dan lain sebagainya.

Di tahun 1939 sebelum perang dunia kedua pecah, tokoh-tokoh tenis meja ini mendirikan Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia atau yang biasa disebut dengan PPSI dan kongres pertama kali diadakan di Surakarta pada tahun 1958. PPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

PTMSI mulai gabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia TTFA atau Table Tenis Federation of Asia, setelah hal itu tenis meja Indonesia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat sampai dengan sekarang.

Hal ini bisa dilihat dimana sampai saat ini banyak pertandingan tenis meja yang di lombakan di arena olahraga tingkat nasional seperti PON, POMDA, dan juga PORDA.

Setelah mendaftarkan diri menjadi anggota ITTF di tahun 1961, Indonesia ini selalu diundang di kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia.

Selain itu yang perlu diketahui adalah perkembangan permainan tenis meja nasional ini sangat pesat dimana terbukti berdirinya Silatama atau Sirkuit Laga Tenis Meja Utama yang mana pertama kali digelar di awal tahun 1983 dan digelar setiap tiga bulan sekali, kemudian ada Silataruna yang mana digelar setiap 6 bulan sekali sejak tahun 1986.

Baca Juga: Teknik Dasar Tenis Meja

Spesifikasi dan Peraturan Meja untuk Permainan Tenis Meja

Setelah Anda tahu sejarah permainan tenis meja, penting juga bagi Anda untuk tahu seperti apa peraturan permainan tenis meja tersebut.

Setiap permainan olahraga ini pasti ada aturannya atau perangkat permainannya, begitu pula dengan tenis meja ini. Salah satunya adalah tentang peraturan untuk meja yang digunakan oleh tenis meja ini.

Tanpa menggunakan meja, tenis meja tidak bisa dilakukan. Meja untuk permainan tenis meja bentuknya segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 1,525 meter, tinggi 76 cm di atas lantai dan juga harus datar, permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun mampu menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan di atas ketinggian 30 cm.

Permukaan meja sendiri dibagi menjadi dua bagian yang sama besar dan luas dimana secara vertikal dipisahkan oleh net. Net menjadi garis akhir dan melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.

Khusus permainan tenis meja double, pada bagian meja harus dibagi menjadi 2 bagian yang sama besar. Dibagi menggunakan garis tengah yang berwarna putih dimana lebarnya 3mm paralel dengan garis lurus di sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut dianggap sebagai dua bagian yaitu bagian kiri dan juga kanan.

Bagi Anda yang bercita-cita menjadi atlet tenis meja, penting bagi Anda untuk tahu sejarah permainan tenis meja dan aturan permainannya terlebih dahulu, tanpa hal tersebut sulit untuk bisa bermain dengan baik dan benar.